the invitation

Wedding Updates

The last time I wrote about the wedding preparation is around October, if I’m not mistaken. So let’s recheck what we’ve done in around 5 months….

The Venue

Alhamdulillah. Everything seems well and smooth in venue thingy. We finally decide to book the third ballroom, consider the number of guest we invite. We’ll invite around 800-1000 invitation (still negotiating with my daddy) and it’ll make the guest around 1600-2000 people.

The Decoration

I finally met Pak Dendy again yesterday and talking about the wedding decoration and concept. I think my concept hasn’t change from the last several months. I still want a javanese-simply-but-glamourous concept. Still want wood element and ethnic atmosphere. And since the IICC’s carpet is already sooo fully patterned, I want just two extras colors in the wedding (beside the wood color, of course). I want white and peach roses.

The Catering

I still hadn’t have a chance to meet Mbak Nina again and sadly when we met Mas Sony, we heard that Bu Rosa has passed away. She seemed sick the last time we met her. This become a note that me and my mommy should pay a visit to Mbak Nina soon, to arrange the menu and give our condolences.

The Documentation

Mas Sony is been very-very-very helpful and cooperative. Thank God we tie a deal with him a long ago. In fact we made a deal with him when we still have a wedding plan at Royal Hotel. Fortunately Mas Sony is also a partner at IICC, so we don’t have to find another vendor.

The Entertainment

IICC also has partners in entertainment. I didn’t see Sony Entertainment on the brochure I got from Bu Inne. But fortunately my friend told me that she also use Sony Entertainment and Mas Sony will pay the charge etc to IICC. We made a deal to use the accoustic entertainment (vocal, grand piano, saxophone, bass, and…..I don’t remember, haha). We get a good deal and great price. Yeay!

The Invitation

My invitations are done last week! I loooove them. The design and everything are all I want. But I haven’t check them one by one, since their color are off white and I’ll give them dirt and stain. I’ll check them when I put the name label then.

The Dukun Manten

Tante Ely is been veryyy helpful. She give many advice to us and have teach us how to do sungkeman. We still have to do some fitting and finalize the wedding costume. I’ll do that later, hemm…

The Souvenir

Beside Moments To Go, we also will give another souvenir for the guests. My mommy told me to find kipas spanyol, which my daddy and Abi not too agree because of the noisy pattern. My daddy and Abi both prefer kipas cendana, which more njawani for them. Last weekend, me and Abi finally pay a visit to Pasar Mester Jatinegara. After fighting the bad traffic jam (everywhere!), get loss because of tukang bajaj, and we finally get (and agree) what we want with the price and packaging we want. Yeay again!

What else what else what else?

I’ll update some again soon. It’s lunch time and I have to do my stomach duty.

Ciao.

Kartu Crystal

Sesuai post sebelumnya, gue berniat buat undangan di Pasar Tebet. Kok berani padahal banyak yang katanya suka bermasalah? Ya gue sih niatin baik aja. Katanya banyak yang kerjanya molor, ya gue bikin jauh-jauh hari. Katanya banyak yang ngga sesuai order, ya gue akan lebih ketat buat masalah revisi draft dan ngawasin naik cetaknya. Gitu-gitulah. Pengalaman orang yang kurang enak kan belum tentu kejadian di kita kan?

Huahaha. Sok bijak amet gueee. Padahal alesan utamanya: minim budget. Soale gue pengennya bayar para undangan ini pake uang gue sendiri. Biar kerasa gue ada kontribusi ke nikahan gue sendiri. Ngga semuanya pake uang papamama. Padahal kalo nanti mepet yo minta lagi.

Gue dapet beberapa nama yang katanya cukup oke dari beberapa bride to be. Nama yang gue dapet kaya Intercard, By Ants, Kartu Crystal, Duta Graphia, Wahyu Grafika, Regita Printing, dll. Biarpun udah dapet nama-nama yang oke tetep aja gue kiterin semua toko. Huahaha. Kan yang namanya cari vendor tetep aja jodoh-jodohan kan yaaa. Siapatau belom jodoh di orang lain bisa jadi jodohnya gue.

Para vendor undangan di Pasar Tebet ngumpulnya di lantai basement. Jadi pastinyo rada pengep dan gerah. Tapi namanya pun Ayas kalo udah punya mau ya harus keturutan. Bodo amet panas kek, gerah kek, haus kek, laper kek, gue tetep jadi kutu loncat dari satu toko ke toko lain. Sampai akhirnya gue kegerahan banget dan pengen ngadem, gue masuk ke salah satu toko yang ada AC-nya.

Nama tokonya Kartu Crystal. Di situ gue ketemu yang punyanya langsung, namanya Mas Kris. Waktu gue datengin sih Mas Krisnya lagi lumayan sibuk bikin draft di komputer. Tapi dianya tetep nanggepin gue dengan semangat dan sopan. One point, then.

Gue juga liat banyak contoh yang dipajang. Bagus-bagus dan rapi hasilnya. Ngga kalah deh sama toko-toko yang mahal dan bukan di Pasar Tebet. Kita pun diskusi buat model undangan yang gue mau. Kira-kira maunya gue begini:
– model hardcover
– ada sulur embossed di cover bagian depan
– warna temanya broken white, abu, dan cokelat atau merah maroon atau navy blue
– nanti ada selipan lembaran untuk undangan pengajian, siraman, midodareni, sama RSVP undangan VIP
– amplopnya bukan tipe yang ngebentuk amplop, lebih ke ‘sarung’ kecil aja
– maunya sih pake pita atau ornament tambahan gitu

Banyak mau ya gue? Huahaha. Tapi untungnya Mas Kris kayanya paham aja mau gue dan Alhamdulillaaah menyanggupi.

Terusnya kita diskusi masalah harga, setelah diskusi alot dan mengeluarkan mulut uler gue yang doyan nawar sesuka hati, akhirnya gue mendapatkan harga cukup ciamik. 7 ribu rupiah sajaaaa udah dapet semuanya. Hihi. Udah dapet ucapan terima kasih buat souvenir sama plastiknya juga lagi. Ngga sekalian bonusin label tom and jerry, Mas? *kemudian dikemplang*

Mas Kris janji bakal ngasih gue draft dalam waktu maksimal 2 minggu. Gue oke ajaaaa. Cepetan ya mas ngga sabar liatnya nih, hihi.

Setelah ngasih tanda jadi, gue pun pulang dengan bahagia. Mau kencan cama Abi cyinnn. Hihi.

Wedding Case #5: The Invitation

Dulu setiap papamama gue nerima undangan pernikahan, gue selalu ‘nilai’ undangannya. Bagus ngga desainnya, bagus ngga kertasnya, bagus ngga tulisannya, dll. Gue beserta papamama juga dari dulu pengen kalo nantinya gue nikah undangannya harus bagus dan keren.

Tapinyaaa gue semakin lama semakin sadar kalo sebagus-bagusnya undangan nikah bakal berakhir di tempat sampah. Kecuali yang modelnya bisa dimanfaatin kaya undangan model kipas, photo frame, atau apa gitu. Kecuali juga yang diundang lagi mau nyontek model undangan buat kawinannya sendiri. Selebihnya? Hello, trash bin!

Akhirnya gue berniat kalo bikin undangan ngga usah yang lebay bagusnya. Kaya ada temen papa yang undangan nikahnya pake cover beludru, ada juga yang pake hiasan mutiara gitu, atau pake gembok emas segala macem.

Tapi tetep aja gue punya standar minimal lah buat undangan gue. Secara nanti sebagian super besar tamu undangan adalah temen-temen papa mama. Kalo temen gue sih pake Facebook atau e-invitation aja yak, hihi. Undangan yang gue buat itu tipe hardcover yang jelas. Dibuat yang simple, manis, ngga norak, dan ngga berlebihan.

Buat warna, gue sepertinya bakal milih warna broken white atau abu-abu. Kesannya simple dan manis. Mungkin juga bakal ada aksen warna merah maroon sama cokelat atau navy blue. Pokoknya yang ngga terlalu menyilaukan matalah haha. Sebenernya bagus juga lho warna kaya turquoise atau lime green. Tapi ngga lulus ACC papamama soalnya katanya terlalu ‘lucu’. Yowessss warna yang disepakati bersama ya yang tadi itu.

Gue browsing dan nemu beberapa model yang gue suka…

image

image

image

image

image

Manis-manis kaaaan? Itu ada sih yang contohnya pake softcover dan gue nanti pakenya hardcover. Itu mutlak pesenannya papamama, katanya biar dipegangnya mantapssss.

Baiklah, jadi gue udah punya model dan sekarang mesti survey on the spot. Buru-buru amet yas kan masih lama? Gue dan Abi maunya semua printilan sebisa mungkin selesei secepetnya. Bahkan untuk undangan atau souvenir. Mendingan nongkrong di rumah dan hati kita adem dibanding mesennya nanti-nanti dan kita ketar-ketir nungguin kapan jadinya. Kita pengennya menjelang hari H kita lebih nyiapin diri dan lebih santai biar pas dipajang muka kita lebih asoy. Hahaha. Orientasinya itu.

Buat tempat pembuatan kayanya gue bakal menuju Pasar Tebet. Harganya kan bersahabat. Banyak juga tempat yang recommend.

Semangaaaat!