A Major Change…

Something happened to my wedding preparation plan…

Bukan batal yaaaa… Amit-amiiiit… Amit-amiiit! *ketok kepala sama meja*

Semua rencana yang sepertinya udah mateng. Tentang venue-nya, dekorasi, susunan menu, dll sepertinya harus dirubah semuanya. Sebenernya yang berubah cuma satu point. Tepatnya satu point super penting yang akhirnya ngebuat semuanya berubah.

Yap. Wedding venue gue berubah.

Gue yang selama ini udah membayang-bayangkan akan nikah di Royal Ballroom dengan segala kecantikan venue-nya. Indoor wedding dengan suasana outdoor. Semuanya harus berubah.

Alasan pertama adalah kapasitas. Kapasitas gabungan ballroom dan restaurant ‘hanya’ bisa menampung sekitar 800 orang dengan nyaman. Bisa dipaksain, tapi nantinya nyesek takutnya. Memang sih gue berencana melakukan sistem shift undangan di acara resepsi nanti. Tamu orang tua dan keluarga didahulukan, tamu gue dan Abi ditaroh di waktu yang lebih larut. Tapi dengan berbagai pertimbangan, hal-hal yang ngga direncanakan, takutnya nanti tetep tamunya tumplek-blek. Apalagi ternyata papaku mengajukan penambahan jumlah undangan, makin ngga mungkin kayanya kita pakai Royal.

Alasan kedua adalah budget. Yap. Dengan paket dari Royal itu kita liat-liat kok jadinya bengkak yaa? Soalnya Royal itu kan sistem paketnya per-orang dan sudah include banyak hal. Dan setelah kapasitas minimum paket terpenuhi ngga ada pengurangan harga untuk pengambilan paket berikutnya. Misalnya gini, gue ambil Royal Silver Wedding Package dengan harga 150 ribu/pax alias orang. Dengan jumlah tamu minimal 300 orang. Yang mana paket tersebut udah termasuk sewa venue, catering, dan entertainment. Juga udah dapet beberapa hal lain seperti free room untuk pengantinnya, diskon untuk harga kamar, dll. Jadi misalnya gue ambil kapasitas minimal, 300 orang @ 150 ribu, kan harganya 45 juta udah termasuk venue, catering, entertainment, dll. Murah? Muraaaah. Nah tapinyaaa, ternyata untuk tamu ke 301 dst itu juga berlaku harga yang sama. Padahal kalo mau pake logika kan mungkin harusnya ada pengurangan karena sewa venue dan entertainment sudah dibebankan ke 300 pax pertama? Mungkin emang begitu sistemnya, tapi makin banyak tamu harganya makin kerasa mahalnyaaa huaaaaa.

Yasudah deh. Dengan alasan-alasan itu gue dan keluarga memutuskan untuk pindah venue. Ke mana? Pilihan kita adalah IPB Convention Center (IICC) dan Puri Begawan. Soalnya dua-duanya ada di Jalan Pajajaran yang pastinya sangat gampang buat para tamu untuk datengin. Tapi karena Puri Begawan itu juga kurang bersahabat di kantong, akhirnya kita memilih IICC.

Proses kita ke IICC sangat cepat. Liat daftar paket dan langsung siang itu juga kita ketemu Bu Inne, ballroom marketing-nya IICC. Kita tanya apa tanggal 19 April 2014 masih available dan alhamdulillah masih, yasudah kita booking. Terusnya kita transfer dan yasudahlah kita pindah. Gue sendiri baru bilang Abi kalo kita mau pindah venue setelah udah ngiket tanggal. Bukannya gue ngga peduli gimana pendapatnya Abi, tapi kondisinya yang sibuk takut malah bikin Abi banyak pikiran. Alhamdulillah Abinya setuju kok.

Daaaaan…tentu aja semuanya jadi berubah. Catering jelas harus cari sendiri yang serekanan sama IICC. Dekorasi juga. Tadinya sih Tyas Decoration juga rekanan, tapi kata Bu Inne mereka masih dalam tahap evaluasi Tyas. Yaaah, harus cari lagi dong buat amannya. Kita juga harus cari entertainment lagi. Banyak yang mesti berubah tapi yakin aja deh ini yang terbaik. Amin!

So, the fight hasn’t end yet yaaa…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s