Monday Morning Blues

Selamat Hari Kejepit Nasional…buat yang merayakan!

 

Pagi ini gue lalui seperti biasa. Bangun tidur ngga langsung bergerak. Bermalasan dulu. Guling-guling dulu. Bukain para hape dulu. Any excuses for staying longer on my bed.

Kemudian gue buka Path dan ada post dari Habibi, temen gue. Di situ dia post tentang kawinan yang dia handle. Habibi ini punya usaha catering sekaligus wedding organizer di Jogja. Bukan pertama kali dia post tentang kawinan yang dia handle. Ini juga bukan post kawinan pertama yang gue liat di Path, secara kemaren tanggalnya lumayan cantik yaa. Tapi post kali ini menarik buat gue karena yang menikah adalah Habibi menulis kalau yang menikah ini adalah seorang perempuan yang luar biasa. Apanya? Gue ngga langsung ngeh. Sekilas di foto biasa aja. Kemudian gue click and zoom fotonya. Gue perhatiin bener-bener. Then I realize that the bride has no arms, which I didn’t notice before since she looked as pretty as any other bride.

Gue juga kemudian buka Twitter dan ada beberapa tweet tentang nikahan itu yang kebanyakan di re-tweet dari account @saptuari. Gue lalu turut stalking timeline @saptuari dan sepenangkapan gue, Mas Saptuari ini adalah orang yang punya andil di gerakan Sedekah Rombongan. Di tweets-nya diceritakan kalau perempuan ‘luar biasa’ itu namanya Mbak Putri Herlina. Dia sejak kecil sudah ‘dititipkan’ di Panti Asuhan Sayap Ibu Yogyakarta. I think you may know what I mean with the word ‘dititipkan’ yaa?

Gue sendiri tau tentang Sayap Ibu waktu gue di Jogja. Di situ memang banyak anak yang mungkin ngga seberuntung orang kebanyakan. Banyak yang ditinggalkan begitu saja di panti itu oleh entah siapa. Banyak yang ditinggalkan dalam keadaan fisik dan mental yang kurang sempurna. Dugaannya sih si ibu hamil berusaha menggugurkan kandungannya dan gagal, kemudian anaknya lahir kurang sempurna. Astagfirullahaladzim. Begitu tega ya mereka. Padahal janinnya kan ngga minta buat ada di rahimnya. Padahal begitu banyak perempuan lain yang mau dapat rezeki seperti mereka itu. Begitu juga nasib Mbak Putri. Sejak lahir ada di Sayap Ibu dan tidak tau siapa kedua orang tuanya.

Gue sendiri belum pernah ketemu dan kenal dengan Mbak Putri. Tapi gue liat di foto, Subhanallah, orangnya cantik. Begitu adilnya Allah, diselipkan kelebihan di antara kekurangan yang diciptakan-Nya. Gue juga baca blog Mas Saptuari tentang pertemuan pertamanya dengan Mbak Putri. Here’s the link, go read by your self: http://saptuari.blogspot.com/2011/06/putri-herlina.html?m=1

Gue baca dan gue terharu. Juga malu. Di balik semua kekurangannya, Mbak Putri ngga pernah merasa kekurangan, rendah diri, malas, manja, dan ingin dikasihani. Mbak Putri lulus dari SMP dan SMA umum. Mbak Putri belajar untuk menulis dan melakukan hal-hal lain dengan kakinya. Mbak Putri tetap mandiri dengan segala kekurangannya bahkan sekarang menjadi staf administrasi di Sayap Ibu, membantu adik-adiknya yang juga kurang beruntung.

Dengan kekurangan fisiknya yang dapat dikatakan besar, tidak membuat Mbak Putri tidak bisa melakukan banyak hal. Mbak Putri ngga mengeluh atau meratap. Mbak Putri berusaha hidup senormal mungkin. Di sini gue malu banget. Gue seharusnya sangat bersyukur, Alhamdulillah banget punya fisik yang utuh, keluarga yang selalu ada dan sayang sama gue. Mbak Putri ngga punya tangan-tangan untuk kehidupan sehari-harinya, tapi dia tetep bersyukur dan semangat menjalani kehidupan. Gue? Ada jerawat gede sedikit aja langsung panik dan moody seharian berasa besok kiamat.

Memang Allah luar biasa adil, di balik semua kekurangan ada kelebihan yang besar. Allah tidak akan memberi kita cobaan di luar kemampuan kita. Mungkin di sini Allah menilai Mbak Putri lebih tinggi dari kebanyakan umat-Nya. Menilai Mbak Putri punya kekuatan untuk hidup dengan cobaan-Nya itu. Gue sendiri pastinya belum setinggi, semampu, dan sekuat Mbak Putri. Ya Allah, tolong jauhkan hamba dari cobaan-Mu yang terlalu besar untukku. Tolong jauhkan tanpa membuatku jauh dari-Mu.

Gue kemudian lanjut baca tweets Mas Saptuari. Ternyata laki-laki hebat yang menikahi Mbak Putri adalah Mas Reza, dia adalah putra dari seorang deputi gubernur Bank Indonesia. Subhanallah, setiap orang punya rezeki masing-masing yaa. Mbak Putri dengan segala kekurangannya dipertemukan dan dijodohkan dengan seorang yang baik dan hebat. Diberikan keluarga baru yang mampu menjaga Mbak Putri.

 

Screenshot_2013-10-14-07-34-26-1

Mbak Putri dan Mas Reza

Screenshot_2013-10-14-07-33-32-1

Mbak Putri dan Mas Reza saat sungkeman

Screenshot_2013-10-14-07-34-06-1

Mas Reza menuntun Mbak Putri

Screenshot_2013-10-14-07-33-56-1

Screenshot_2013-10-14-07-33-49-1

Mbak Putri dengan adik-adiknya dari Sayap Ibu

Sekarang Mbak Putri ngga sendiri lagi. Ada suami dan keluarga baru yang semoga selalu ada buat Mbak Putri. Baru kali ini gue super sangat tulus mendoakan orang yang menikah. Biasanya gue mendoakan dengan embel-embel comment acara nikahannya. Sekarang gue bener-bener ikut seneng dan berdoa semoga Mbak Putri, Mas Reza, dan keluarga selalu rukun dan bahagia, selalu dalam lindungan Allah. Amin.

Monday morning blues ini namanya. Sebuah cerita yang cetar buat gue di pagi hari. Menampar gue yang kadang lupa untuk bersyukur atas apa yang gue punya. Mengingatkan gue untuk mendahulukan bersyukur sebelum meminta sesuatu di setiap doa setelah solat gue. Gue yakin ada banyak Mbak Putri-Mbak Putri lain di luar sana. Semoga Mbak Putri-Mbak Putri lain juga seberuntung Mbak Putri Herlina ini.

Thank you untuk Habibi dan Mas Saptuari yang sudah berbagi cerita.

Jadiii.. yang ngga libur di hari kejepit ini ngga boleh ngomel-ngomel lagi dong yaa. Harusnya bersyukur masih ada kerjaan untuk dikerjain kan yaa?

*senggol Abi*

 

Have a good holiday you all!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s