Prosesi Adat Jawa: Pemasangan Bleketepe dan Tuwuhan

Post kali ini kayanya bakal agak panjang dan sambung-menyambung. Di sini gue akan nulis prosesi-prosesi buat acar pra-nikah dan nikahan adat Jawa. Kalo bolong atau salah di sana-sini ya maklum yaa. Maklum Jawa palsu maksudnya, hihi.

PEMASANGAN BLEKETEPE DAN TUWUHAN

– Prosesi:

  • Bapak CPW naik ke atas tangga dan Ibu CPW menyampaikan bleketepe dan bambu
  • Setelah bleketepe terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan tuwuhan di depan pintu masuk rumah

– Makna:

Merupakan tradisi membuat ’blaketepe’ atau anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manton. Tatacara ini mengambil ’wewarah’ atau ajaran Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapat memuat semua tamu, sehingga tamu yang diluar rumah diteduhi dengan payon daun kelapa itu. Dengan diberi ’payon’ itu ruang yang dipergunakan untuk para tamu Agung menjadi luas dan menampung seluruh tamu. Kemudian payon dari daun kelapa itu disebut ’tarub’, berasal dari nama orang uang pertama membuatnya.

Tatacara memasang tarub adalah bapak naik tangga sedangkan ibu memgangi tangga sambil membantu memberikan ’blaketepe’ (anyaman daun kepala). Tatacara ini menjadi perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga

Tuwuhan mengandung arti suatu harapan kepada anak uang dijodohkan dapat memperoleh keturunan, untuk melangsungkan sejarah keluarga .

Tuwuhan terdiri dari :

  • Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak

Maksud dipilih pisang yang sudah masak adalah diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.

  •  Tebu wulung

Tebu wulung berwarna merah tua sebagai gambaran tuk-ing memanis atau sumber rasa manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu bertindak dengan ’kewicaksanaan’ atau kebijakan

  •  Cengkir Gadhing

Merupakan simbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambang keturunan

  •  Daun randu dan pari sewuli

Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.

  •  Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan)

Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan terbebas dari segala halangan.

bleketepepemasangan bleketepe

tuwuhan

tuwuhan

Ohya, ini sumber artikel prosesi adat gue kutip dari blog persiapan nikahnya Mba Anggi yaa. Alamatnya http://lovejournal.widjanarti.com/ . Sungguh super membantu terutama buat yang mau pake adat Jawa. Bahkan gue udah sering buka dari jaman belum fix mau nikah, hahaha. Makasih infonya ya Mba Anggiiiii…

to be continued….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s