Prosesi Adat Jawa: Siraman dan Dodol Dawet

Masih tentang prosesi adat Jawa yaa, nyambung dari post kemaren…

SIRAMAN

Prosesi:

  • persiapan peralatan dan para penyiram (pini sepuh)
  • pencampuran air siraman (Tirto Perwitosari)
  • pembukaan dan doa
  • pengiriman air siraman ke tempat CPP
  • sungkeman CPW kepada Bapak dan Ibu
  • CPW menuju tempat siraman diapit Bapak dan Ibu serta diiringi para pini sepuh
  • siraman dimulai oleh Bapak dan Ibu CPW, kemudian dilanjutkan oleh para pini sepuh (jumlahnya ganjil yaa)
  • Bapak CPW memegang kendil dan menuangkan air untuk CPW berwudhu
  • Ibu CPW memecah kendil sambil berkata: NIAT INGSUN ORA MECAH KENDI, NANGING MECAH PAMORE ANAKKU
  • potong rikmo
  • bopongan
  • CPW digendong Bapak CPW menuju kamar dengen diiringi para pini sepuh

 

Makna:

Siraman dilaksanakan untuk menyucikan diri dan juga membuang segala kejelekan Calon Pengantin yang ada, agar calon pengantin dapat memulai hidup baru dengan hati yang bersih dan suci. Siraman dilakukan oleh 9 orang sesepuh termasuk sang Ayah. Jumlah sembilan tersebut menurut budaya Keraton Surakarta untuk mengenang keluhuran Wali Sanga, yang bermakna manunggalnya Jawa dengan Islam. Selain itu angka sembilan juga bermakna ’babahan hawa sanga’ yang harus dikendalikan.

siraman

prosesi siraman

DODOL DAWET

Prosesi:

  • Bapak CPW menjual dawet dan para hadirin membeli dawet dengan kreweng wingko
  • Bapak CPW memberikan kreweng wingko hasil penjualan dawet ke Ibu CPW

 

Makna:

Dodol Dawet diambil makna dari cendol yang berbentuk bundar merupakan lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan anak. Bagi orang yang akan membeli dawet tersebut harus membayar dengan ’kreweng’ (pecahan genting) bukan dengan uang. Hal itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi. Yang melayani pembeli adalah ibu sedangkan yang menerima pembayaran adalah bapak. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah sebagai suami istri, harus saling membantu.

dodol dawet

upacara dodol dawet

Masih dikutip dari blognya Mbak Anggi (http://lovejournal.widjanarti.com/) dan masih akan berlanjut ke post berikutnya.

Huahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s